
SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Sigit Wibowo, SE, ME, terus memperkuat partisipasi politik masyarakat melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-10 yang digelar di Jalan V & W Komplek PU RT 19, Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Kota, Rabu (22/10/2025).
Kegiatan yang mengangkat tema “Pilkada Langsung: Masalah dan Tantangannya” ini dihadiri puluhan warga dari berbagai kalangan. Hadir pula sebagai narasumber Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Ormas (Poldagri Ormas) Kota Balikpapan, Ruddy Iskandar, dan Ketua DPD Forum Relawan Demokrasi, Joko Prasetyo, SE, dengan Imam Sutejo Kurniawan sebagai moderator.
Dalam sambutannya, Sigit menegaskan bahwa sosialisasi ini menjadi sarana dialog publik bagi masyarakat untuk memahami lebih dalam dinamika dan tantangan dalam penyelenggaraan Pilkada langsung di daerah. Menurutnya, kualitas demokrasi hanya dapat terjaga jika masyarakat turut berperan aktif dan memahami hak serta kewajibannya sebagai warga negara.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta pentingnya berpartisipasi secara cerdas dalam proses demokrasi,” ujar Sigit.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut memiliki dasar hukum yang jelas, antara lain Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Permendagri Nomor 36 Tahun 2010 tentang Pedoman Fasilitasi Penyelenggaraan Pendidikan Politik, serta Keputusan DPRD Provinsi Kaltim mengenai pelaksanaan program penguatan demokrasi daerah.
Sementara itu, Ruddy Iskandar dari Kesbangpol Balikpapan memberikan apresiasi atas komitmen DPRD Kaltim dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat. “Kegiatan seperti ini sangat penting agar masyarakat memahami peran mereka dalam menjaga keberlangsungan demokrasi, apalagi menjelang Pilkada serentak mendatang,” tuturnya.
Forum ini juga membahas alasan pentingnya penyelenggaraan Pilkada langsung serta tantangan dalam menjaga integritas dan kualitas pelaksanaannya. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat Kalimantan Timur semakin memahami sistem, etika, dan budaya politik demi terwujudnya demokrasi yang sehat dan berintegritas.
(ADV/DPRD Provinsi)