SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Memasuki bulan suci Ramadan, Komisi II DPRD Kota Balikpapan menegaskan komitmennya dalam mengawasi stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Pengawasan tersebut difokuskan pada bahan pangan strategis yang rentan mengalami kenaikan harga menjelang Idulfitri.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan dari Fraksi PKS, Jafar Sidik, menekankan bahwa fungsi utama DPRD adalah pengawasan, termasuk memastikan distribusi dan stok bahan pokok tetap aman selama Ramadan. Ia menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dan menyampaikan imbauan kepada Dinas Perdagangan agar menjaga ketersediaan barang serta mengantisipasi potensi lonjakan harga.
“Di bulan Ramadan ini kami fokus mengawasi kebutuhan pokok dasar masyarakat, baik untuk kebutuhan puasa maupun menjelang Lebaran. Kami sudah mengingatkan Dinas Perdagangan agar memastikan stok aman dan distribusi berjalan lancar,” ujarnya.
Terkait inspeksi mendadak (sidak), Jafar menyampaikan Komisi II masih menunggu arahan pimpinan untuk turun langsung ke lapangan. Meski demikian, pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat di daerah pemilihan mengenai kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama cabai yang hampir setiap tahun menjadi pemicu inflasi.
“Tahun lalu harga cabai sempat mencapai Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram. Kami berharap kondisi itu tidak terulang. Yang paling penting adalah menjaga kestabilan stok, karena jika stok menipis, harga pasti ikut naik,” tegasnya.
Selain bahan pangan, Komisi II juga menyoroti distribusi LPG 3 kilogram. Berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Pertamina dan agen, ketersediaan stok dinyatakan aman. Namun, pengawasan tetap diperlukan di tingkat pengecer. “Di pangkalan harga sudah sesuai HET, sekitar Rp19 ribu sampai Rp20 ribu.
Permasalahan biasanya muncul di tingkat pengecer karena harga bisa lebih tinggi. Ini yang perlu dikontrol oleh agen agar distribusi tetap sesuai aturan,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipatif, Komisi II mendorong pelaksanaan operasi pasar pada pertengahan hingga akhir Ramadan guna menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat Balikpapan.
(R)