Komisi II DPRD Balikpapan Soroti Peredaran Beras Bermasalah, Dorong Pengawasan Diperketat

Ketua komisi II DPRD kota Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Komisi II DPRD Kota Balikpapan menaruh perhatian serius terhadap maraknya peredaran beras premium yang tidak sesuai standar di pasaran. Ketua Komisi II, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mencegah agar beras bermasalah tidak kembali beredar di tengah masyarakat.

Temuan ini bermula dari inspeksi Tim Satgas Pangan Kalimantan Timur yang melakukan pemeriksaan ke sejumlah pasar tradisional dan ritel modern di Balikpapan dan Samarinda. Dari hasil pengecekan tersebut, tim mengambil 21 sampel merek beras untuk diuji secara laboratorium.

Hasil uji menunjukkan dua merek di antaranya tidak memenuhi syarat kualitas beras premium. Bahkan, harga jualnya terpantau melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. “Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dari Polda Kaltim dan Satgas Pangan yang berhasil mengungkap praktik curang, seperti pengemasan ulang beras medium seolah-olah sebagai beras premium, serta ketidaksesuaian berat bersih dalam kemasan,” kata Fauzi pada Senin (4/8/2025).

Menindaklanjuti temuan tersebut, DPRD Balikpapan segera berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait untuk menarik peredaran beras yang dianggap bermasalah. Meskipun beras tersebut dinyatakan masih aman untuk dikonsumsi, langkah ini diambil untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan.

Fauzi juga meluruskan isu kelangkaan beras di pasaran yang sempat berkembang. Menurutnya, hal itu terjadi karena adanya penarikan sementara terhadap beras yang terindikasi bermasalah. “Sudah kami komunikasikan dengan dinas terkait. Penarikan ini bukan karena kekurangan stok, melainkan langkah preventif,” jelasnya.

Saat ini, hasil uji laboratorium terhadap beberapa merek beras lainnya masih menunggu. Oleh karena itu, Komisi II terus mendorong agar pengawasan terhadap distribusi pangan, khususnya beras, dilakukan secara berkelanjutan. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya akan turun langsung melakukan inspeksi lapangan.

Tak hanya itu, Fauzi mengimbau masyarakat agar tidak terlalu bergantung pada beras premium bermerek. Ia menekankan bahwa beras dari Bulog yang dijual dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga memiliki kualitas yang baik dan lebih terjangkau. “Dengan memilih beras Bulog, kita sekaligus membantu petani lokal karena suplai beras itu berasal dari produksi dalam negeri,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)