SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Dalam upaya memperkuat peran serta ormas dalam pembangunan daerah, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Hambin Borneo Nusantara Kalimantan (Gantara) melakukan audiensi resmi ke DPRD Kota Balikpapan pada Senin, 21 Juli 2025.
Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan strategis antara masyarakat sipil dan unsur legislatif dalam menyongsong pembangunan daerah yang lebih inklusif. Audiensi yang berlangsung dalam suasana akrab ini diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono.
Dalam kesempatan tersebut, Gantara menyampaikan berbagai pokok pikiran dan program kerja yang diusung, sekaligus membuka ruang dialog mengenai potensi kontribusi ormas dalam proses perencanaan dan implementasi kebijakan publik di kota ini.
Hermansyah, Sekretaris Jenderal DPP Gantara, mewakili Ketua Umum Abdul Hamid, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat arah gerak Gantara ke depan. Ia menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan kolaborasi dengan DPRD sebagai lembaga pembuat kebijakan, agar aspirasi masyarakat dapat lebih terakomodasi dalam setiap tahapan pembangunan.
“Kami hadir untuk menjalin komunikasi yang terbuka dan membangun sinergi. Gantara ingin menjadi mitra strategis bagi DPRD dalam menyuarakan kepentingan masyarakat serta mendorong program yang berpihak pada warga,” ujar Hermansyah.
Ia menambahkan bahwa Gantara juga membawa sejumlah keprihatinan atas isu sosial yang berkembang di Balikpapan, mulai dari kesenjangan pembangunan, minimnya pemberdayaan masyarakat lokal, hingga persoalan lingkungan dan pelestarian budaya daerah. Untuk itu, mereka berharap ormas bisa lebih dilibatkan dalam forum resmi seperti Musrenbang, penyusunan Prolegda, hingga pembahasan APBD tahun anggaran 2026.
Hermansyah menekankan bahwa organisasi kemasyarakatan seharusnya tidak hanya menjadi pelengkap, melainkan aktor aktif dalam mendorong transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas pembangunan. “Kami tidak hanya siap memberi masukan, tapi juga ikut terlibat langsung dalam proses kebijakan. Ormas perlu diberi ruang dalam agenda-agenda strategis, seperti sosialisasi Perda dan penyusunan anggaran,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Budiono menyambut positif aspirasi yang disampaikan Gantara. Ia mengapresiasi semangat kolaborasi yang dibawa ormas tersebut dan menilai kehadiran mereka menjadi bagian penting dari pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. “DPRD sangat terbuka terhadap sumbang saran dari ormas seperti Gantara.
Kami berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut, apalagi jika program yang diusung sejalan dengan kebutuhan warga,” ungkap Budiono. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa DPRD membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk ormas, agar setiap kebijakan yang dirumuskan mampu menyentuh akar persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sebagai bagian dari strategi memperluas jejaring, DPP Gantara juga merencanakan audiensi lanjutan dengan Wali Kota Balikpapan, Polda Kalimantan Timur, dan Pangdam VI/Mulawarman. Tujuannya untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan memajukan agenda kebangsaan melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kami ingin membawa semangat gotong royong dan nilai-nilai lokal Kalimantan dalam mendukung ketertiban sosial dan pembangunan daerah,” pungkas Hermansyah.
Gantara sendiri merupakan ormas yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat adat, pelestarian lingkungan, serta penguatan identitas budaya Kalimantan. Dengan semangat inklusif dan partisipatif, Gantara menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan lembaga legislatif dalam membangun Kota Balikpapan yang lebih adil dan berkelanjutan.
(ADV/DPRD Balikpapan)