SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan, – Upaya mewujudkan swasembada pangan terus digencarkan oleh berbagai pihak. Salah satunya terlihat dalam gelaran Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Polda Kalimantan Timur di lahan pertanian produktif, Jalan Soekarno Hatta KM 21, RT 41, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, (5/6/2025)
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung salah satu pilar Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya di bidang ketahanan pangan. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kota Balikpapan, tokoh masyarakat, dan para petani dari berbagai kelompok tani se-Balikpapan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, mewakili Ketua DPRD, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada para petani atas hasil kerja keras mereka. “Ini bukan sekadar panen jagung, melainkan simbol semangat kemandirian pangan yang terus tumbuh di Balikpapan,” ujarnya.
Adi menyebut panen ini menjadi cerminan dari cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun negara yang kuat melalui ketahanan pangan. Ia menegaskan bahwa bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya tanpa bergantung pada impor adalah bangsa yang berdaulat.
Jagung yang dipanen merupakan varietas unggul Pertiwi, jenis hibrida nasional yang dikenal memiliki hasil tinggi dan daya tahan terhadap serangan penyakit seperti bulai, hawar, dan karat daun. Tongkol besar dan baris biji yang padat menjadi keunggulan tambahan, sehingga cocok ditanam di wilayah Kalimantan Timur.
Balikpapan sendiri telah menanam jagung di lahan seluas 22 hektare. Dari jumlah itu, 8,25 hektare berhasil dipanen dengan total produksi mencapai 34,5 ton. Sementara kelompok tani Mekar Bakti mengelola 0,3 hektare dengan estimasi produksi 1,2 ton. "Lebih dari sekadar angka, keberhasilan ini adalah harapan baru bagi petani," ucap Adi.
Ia juga menyoroti peran aktif Polda Kaltim sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Adi berharap program serupa terus berlanjut dan menjadi gerakan nasional demi kesejahteraan petani. “Panen ini bukti bahwa kemandirian pangan bukan mimpi, tapi kenyataan yang sedang kita wujudkan bersama,” pungkasnya.
(ADV/DPRD Balikpapan)