SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, kembali turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan reses dalam Masa Sidang II Tahun 2024/2025. Reses yang digelar pada Rabu 23 April 2025 ini dilangsungkan di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Selatan dan dihadiri ratusan warga yang antusias menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga turut hadir, di antaranya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pendidikan (Disdik), dan Dinas Perhubungan (Dishub), untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memberikan tanggapan awal terhadap keluhan yang muncul. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan beberapa isu yang dianggap mendesak.
Salah satu sorotan utama adalah kondisi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang dianggap sudah melebihi kapasitas atau overload. Selain itu, warga juga mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum yang berdampak pada keamanan lingkungan, serta kondisi sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan dan butuh perbaikan segera.
Budiono merespons serius setiap keluhan yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa aspirasi warga akan segera disampaikan dan diperjuangkan di lembaga legislatif agar dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait. “Saya mencatat seluruh keluhan yang disampaikan, terutama persoalan TPS dan infrastruktur jalan yang banyak dikeluhkan warga. Ini menjadi perhatian serius kami di DPRD. Kami akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk memastikan tindak lanjut yang nyata,” tegas Budiono.
Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas partisipasi aktif warga dalam reses kali ini. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi merupakan bagian penting dari proses pembangunan yang partisipatif dan transparan. “Sebagai wakil rakyat, saya memiliki kewajiban untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Setiap aspirasi yang masuk akan kami kawal hingga ada realisasi,” ujarnya lagi. Reses ini menjadi bentuk nyata dari kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat yang diwakilinya. Komunikasi dua arah ini tidak hanya menjadi wadah untuk mendengarkan keluhan, tetapi juga sebagai jembatan menuju perbaikan kualitas pelayanan dan infrastruktur di wilayah Balikpapan Selatan.
(ADV/DPRD Balikpapan/JM)