SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Menjelang bulan suci Ramadan, potensi kebakaran di Kota Balikpapan meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas memasak, terutama saat sahur dan berbuka puasa. Menyikapi hal ini, DPRD Balikpapan mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan dapur dan listrik guna mencegah terjadinya kebakaran.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sufyan Jufri, menekankan bahwa kelalaian sekecil apa pun dapat berdampak besar. Ia mengimbau pemerintah kota melalui dinas terkait untuk aktif mengedukasi masyarakat tentang bahaya kebakaran serta langkah-langkah pencegahannya.
“Kebakaran bisa terjadi kapan saja, tetapi selama Ramadan, risikonya lebih tinggi karena aktivitas memasak meningkat. Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan kompor dalam keadaan mati setelah digunakan dan menghindari beban listrik berlebih,” ujar Sufyan pada Senin (19/2).
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, kebakaran di kota ini sering kali disebabkan oleh kebocoran gas serta korsleting listrik. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik serta memastikan regulator gas dalam kondisi baik guna mencegah insiden yang tidak diinginkan.
Selain edukasi, Sufyan juga menyoroti pentingnya kesiapan petugas pemadam kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk yang rawan kebakaran. Ia menegaskan bahwa akses menuju permukiman perlu dievaluasi agar petugas dapat bertindak cepat saat terjadi kebakaran. Di sisi lain, BPBD Balikpapan mendorong warga untuk memiliki alat pemadam kebakaran ringan (APAR) di rumah sebagai langkah pencegahan dini.
Selain itu, warga diimbau segera melapor jika menemukan tanda-tanda kebakaran agar dapat segera ditangani sebelum meluas. “Kami berharap Ramadan di Balikpapan berlangsung aman dan nyaman tanpa gangguan kebakaran. Oleh karena itu, kesadaran bersama dalam mencegah kebakaran sangat diperlukan,” tutup Sufyan.
(ADV/J)