SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan bersama DPRD terus berupaya mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan air bersih yang kerap melanda kota, terutama saat musim kemarau. Salah satu langkah yang sedang digodok adalah pemanfaatan air baku dari Sungai Mahakam sebagai sumber utama pasokan air bersih.
Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, mengungkapkan bahwa proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp800 miliar. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan Sungai Mahakam dapat menjadi solusi permanen dibandingkan opsi lainnya, seperti teknologi desalinasi air laut yang dinilai kurang efisien.
“Desalinasi memang bisa mengubah air laut menjadi air tawar, tetapi biaya operasionalnya sangat tinggi karena membutuhkan energi besar. Jika diterapkan, harga jual air ke masyarakat akan sangat mahal,” kata Fauzi.
Menurutnya, penggunaan air dari Sungai Mahakam jauh lebih realistis karena lebih hemat biaya dan bisa didistribusikan dengan cepat melalui sistem pipanisasi yang memanfaatkan jalur tol. Dengan cara ini, biaya produksi dapat ditekan sehingga harga air tetap terjangkau bagi masyarakat.
Fauzi menambahkan bahwa anggaran sebesar Rp800 miliar masih memungkinkan untuk dibiayai oleh pemerintah provinsi, mengingat proyek ini berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar warga Balikpapan. Oleh karena itu, DPRD Kota Balikpapan saat ini tengah berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan gubernur terpilih guna mempercepat realisasi proyek tersebut.
Di sisi lain, pemerintah kota juga sedang melakukan kajian teknis mengenai infrastruktur penyaluran air serta sistem pengolahan yang akan diterapkan. Kajian ini bertujuan untuk memastikan proyek dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Jika proyek ini terealisasi, diharapkan Balikpapan akan memiliki pasokan air bersih yang stabil sepanjang tahun, sehingga tidak lagi mengalami kekurangan saat musim kemarau panjang. Selain menjamin ketersediaan air, langkah ini juga diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah kota, provinsi, serta dukungan dari pihak swasta, diharapkan proyek ini dapat segera terwujud dan mengakhiri ketergantungan Balikpapan pada sumber air yang terbatas.
(ADV/J)