SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan terus berupaya memastikan ketersediaan bahan pangan lokal guna mendukung kemandirian Kota Beriman.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan distribusi bahan pokok seperti telur, daging ayam, dan sapi yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, seperti Sulawesi dan Jawa.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, mengungkapkan bahwa saat ini ketersediaan pangan lokal baru mampu memenuhi sekitar 15 persen dari kebutuhan total masyarakat. Sisa kebutuhan lainnya masih harus dipenuhi melalui distribusi dari wilayah lain. "Di Balikpapan, ketersediaan pangan lokal hanya mencakup sekitar 15 persen.
Selebihnya, kebutuhan masyarakat dipenuhi dari pasokan luar daerah, seperti Sulawesi dan Jawa," jelas Fauzi pada Jumat, 24 Januari 2025. Untuk mengatasi permasalahan ini, Komisi II tengah menyusun berbagai langkah strategis bersama Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan. Salah satu upayanya adalah merumuskan solusi untuk meningkatkan produksi lokal agar Kota Balikpapan dapat mencapai swasembada pangan. "Kami sedang mencari formula terbaik agar Balikpapan dapat mandiri secara pangan dan tidak terus bergantung pada pasokan dari luar," tambah Fauzi.
Komisi II juga mendorong DP3 untuk menyusun program-program inovatif yang berfokus pada peningkatan produksi telur, daging ayam, dan sapi. Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai rencana, DPRD meminta DP3 menyampaikan laporan rutin setiap tiga bulan sekali.
“Kami ingin laporan berkala dari DP3 setiap tiga bulan. Dengan begitu, kami bisa memantau perkembangan program yang sedang dilaksanakan, terutama yang selama ini kurang terekspos ke publik,” ujar Fauzi. Menurutnya, laporan berkala akan membantu Komisi II dalam mengawasi jalannya program serta memastikan transparansi kinerja dinas terkait.
Dengan demikian, realisasi swasembada pangan di Kota Balikpapan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Komisi II DPRD Kota Balikpapan optimistis langkah ini dapat mempercepat kemandirian pangan di daerah tersebut. Mereka berharap, dengan ketersediaan pangan lokal yang mencukupi, Balikpapan dapat mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan luar wilayah.
Melalui sinergi antara pemerintah, dinas terkait, dan masyarakat, target swasembada pangan di Balikpapan diharapkan dapat tercapai dalam waktu dekat demi kesejahteraan bersama.
(ADV/J)