Komisi IV DPRD Balikpapan Kecewa Hasil Sidak Pengerjaan Proyek Sekolahan Tidak Sesuai Yg Dikatakan Kontraktor pada Saat RDP

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN - Komisi IV DPRD Balikpapan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi proyek pengerjaan pembangunan Sekolah Terpadu di kawasan Perumahan Balikpapan Regency, Senin (17/4/2023). Saat melakukan Sidak Komisi IV DPRD Kota Balikpapan merasa kecewa. Karena ketidakhadiran pihak PT Sarjis Agung Indrajaya selaku kontraktor pelaksana dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kota Balikpapan. Selain itu, kekecewaan kembali dirasakan komisi IV DPRD Kota Balikpapan.

Lantaran kondisi di lapangan tidak sesuai dengan apa yang disampaikan pihak kontraktor saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa hari yang lalu. Ketua Komisi IV DPRD kota Balikpapan, Doris Eko Rian Desyanto mengatakan, bahwa pihaknya merasa kecewa dengan progres 23 persen pengerjaan proyek pembangunan Sekolah SD dan SMP terpadu tersebut.

Ia menjelaskan, sebelum melakukan sidak, pihaknya melakukan RDP dengan pihak konsultan, kontraktor dan Disdikbud. Beberapa hari yang lalu. Hal itu dilakukan atas laporan Formak kota Balikpapan, namun ketika pihaknya melihat di lapangan benar-benar tidak sesuai dengan yang dikatakan pihak kontraktor saat RDP.

"Kami kecewa kontraktor pelaksana tidak hadir saat kami sidak. Sebab bagaimana mau menjelaskan, ke kami progres pengerjaannya, padahal lahan sudah ada yang bisa dikerjakan. Namun tidak dikerjakan, soalnya kami sudah menganggarkan," kata Doris ketika diwawancarai wartawan, Senin (17/4/2023). Ia menjelaskan, padahal pihaknya telah menunggu, namun pihak kontraktor tidak datang juga.

Sehingga pihaknya meminta kepada Disdikbud kota Balikpapan untuk mengeluarkan Surat Peringatan 1 (SP1) untuk pihak kontraktor. Sebelumnya, saat melakukan RDP beberapa hari yang lalu, Manager Site PT Sarjis Agung Indrajaya, Herman mengatakan, bahwa pengerjaan pematangan lahan telah mencapai 6,2 persen, kurang 3 persen lagi sebelum memulai pengerjaan fisiknya.

Namun fakta di lapangan, tidak sesuai. Sehingga komisi IV DPRD Balikpapan merasa kecewa, serta belum ada pengerjaan fisik sama sekali. Padahal target pengerjaan selesai pada 19 Desember 2023 dengan anggaran kurang lebih mencapai Rp 33 miliar. 

Ardi