Pelatihan Barista Cetak Wirausahawan Muda Balikpapan, Kopi Jadi Simbol Semangat Baru Generasi Milenial

Kepala Dinas Disparpora Balikpapan Tjokorda Ratih Kusuma di pelatihan Barista 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Aroma kopi kini bukan sekadar penanda pagi di Kota Balikpapan. Di balik kepulan uapnya, tersimpan semangat baru dari para anak muda yang tengah menyiapkan diri menjadi pelaku usaha kreatif.

Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) menghadirkan pelatihan barista bagi 50 peserta terpilih, sebagai langkah konkret dalam mencetak generasi muda yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar Balikpapan, Wahyu Mulya Doni Saputra, menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis di bidang perkopian. “Melalui pelatihan ini, kami ingin para pemuda memahami seni meracik kopi, menguasai teknik penyajian yang baik, dan mampu melihat peluang bisnis di baliknya. Harapannya, mereka dapat menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi kreatif lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Tjokorda Ratih Kusuma, menuturkan bahwa industri kopi di Balikpapan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, terdapat lebih dari 1.004 pengelola kafe aktif yang beroperasi di berbagai kawasan kota, menjadi bukti nyata tumbuhnya sektor ekonomi kreatif.

“Kami ingin generasi muda mampu menangkap potensi besar ini. Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka bisa berwirausaha dan meningkatkan kualitas layanan industri kopi di kota ini,” katanya.

Pelatihan tersebut menyasar pemuda berusia 16 hingga 30 tahun, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Berdasarkan data, Balikpapan memiliki sekitar 190 ribu jiwa penduduk muda dari total 758 ribu penduduk.

Angka ini menunjukkan besarnya peran generasi muda sebagai penggerak pembangunan di masa mendatang. Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari visi besar Kota Balikpapan menuju kota global yang nyaman bagi semua, berlandaskan nilai madinatul iman.

Melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah berkomitmen menumbuhkan ekonomi inklusif yang mampu memberdayakan masyarakat. Menariknya, para peserta datang dari beragam latar belakang, baik laki-laki maupun perempuan, namun memiliki tekad yang sama untuk menjadi wirausahawan muda yang produktif.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung mereka terapkan, baik dengan membuka usaha baru maupun memperkuat bisnis yang sudah ada,” tutup Tjokorda Ratih.

Kini, secangkir kopi di Balikpapan tak hanya menjadi pelengkap pagi, tetapi juga simbol optimisme dan kemandirian generasi muda tentang keberanian untuk bermimpi, berinovasi, dan membangun kotanya melalui kerja nyata.

(ADV/Disporapar)