Dishub Kukar Kebut Pemasangan 1.600 Lampu Jalan Umum, Target Rampung Akhir November

Foto : Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).

SWARAREPUBLIKA.com, TENGGARONG — Sejumlah ruas jalan di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mendapat penerangan baru melalui pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang dikebut Dinas Perhubungan (Dishub). Sebanyak 1.600 titik ditargetkan rampung hingga akhir November 2026, termasuk jalur pertanian, akses menuju bandara, dan sejumlah jalan penghubung antar kawasan.

Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, mengatakan pekerjaan yang dilanjutkan melalui APBD Perubahan 2026 merupakan penyelesaian program yang telah dianggarkan dalam APBD murni. Dengan demikian, perubahan anggaran tersebut tidak menambah alokasi baru untuk kegiatan itu, melainkan memastikan pekerjaan yang sudah direncanakan dapat dituntaskan.

“Di perubahan ini kita menyelesaikan kegiatan pembangunan beberapa yang teranggarkan di APBD kita. Sebenarnya APBD Perubahan tidak ada tambahan, yang ada di APBD Murni kita lanjutkan,” ungkap Junaidi.

Selain mengerjakan pemasangan melalui APBD, Dishub Kukar juga menyiapkan pendataan kebutuhan penerangan di kawasan yang belum terjangkau jaringan listrik tegangan rendah. Kebutuhan tersebut akan diusulkan kepada pemerintah pusat melalui APBN, terutama untuk pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di wilayah terpencil.

“Kita sudah mendata kebutuhan tenaga surya itu, ada sekitar 20 ribuan lebih titik yang mungkin akan kita ajukan ke Kementerian,” jelasnya.

Di lapangan, pemasangan LPJU telah menjangkau kawasan Jalan Margasari, Loa Kulu, yang sebelumnya terdampak longsor. Pekerjaan juga berlangsung di jalur utama akses menuju bandara, mulai dari Loa Kulu hingga Loa Janan.

Sementara di kawasan Tenggarong, pemasangan menyasar jalur Loa Tebu menuju Senoni, yang melintasi Desa Tanjung Harapan dan Desa Sanggulan. Penerangan turut dikerjakan di jalur Loa Tebu menuju penyeberangan Sirbaya, kawasan Jalan Kejawi, serta Jalan Pateh Kota.

Junaidi menyebut sejumlah ruas sudah kembali terang dan hanya menyisakan sebagian pekerjaan. Salah satunya jalur menuju penyeberangan Sirbaya yang selama ini menjadi lintasan warga untuk menjalankan aktivitas ekonomi sejak dini hari. “Mungkin hanya sekitar 3 kilo lagi tuntas itu sepanjangan jalan. Saya dua malam yang lalu melakukan pengecekan ke lapangan itu sudah nyala,” ujarnya.

Pekerjaan penerangan juga menyasar Kecamatan Tenggarong Seberang dan Loa Kulu, termasuk jalan poros Loa Kulu menuju Jonggon di kawasan Mako Brimob Polda Kalimantan Timur. Sebaran pengerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan penerangan di sejumlah jalur penghubung wilayah.

Menurut Junaidi, manfaat LPJU tidak sebatas meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan pada malam hari. Penerangan juga menunjang mobilitas warga yang harus beraktivitas saat kondisi masih gelap, termasuk petani yang membawa hasil panen ke pasar pada dini hari.

“Khususnya sepanjang jalan kawasan Loa Tebu menuju penyeberangan Sirbaya yang dulunya jalanan itu gelap, sekarang sepanjang jalan sudah terang, karena mayoritas masyarakat berangkat ke pasar membawa hasil pertanian pada dini hari,” katanya.

Dishub Kukar memastikan pekerjaan fisik dalam paket kontrak terus berjalan sesuai jadwal. Sejumlah paket telah diselesaikan pada rentang 6–15 Oktober, sedangkan paket terakhir ditargetkan rampung pada 27 November 2026.

Dengan percepatan tersebut, pemerintah daerah berharap penerangan jalan semakin merata, terutama pada jalur yang menunjang kegiatan masyarakat, distribusi hasil pertanian, dan akses antarkawasan di Kukar.

(ADV/Diskominfo Kukar)