Stand Up Comedy Tenggarong Bertahan Mandiri, Dispar Siapkan Pendampingan Komika

Open Mic Stand Up Indo Tenggarong, Rabu (07/10) malam

SWARAREPUBLIKA.com, TENGGARONG — Pelajar dan mahasiswa menjadi sasaran program pengembangan ekonomi kreatif yang disiapkan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk 2027. Melalui Ekraf Goes to School, generasi muda akan diperkenalkan pada berbagai subsektor kreatif, mulai dari film dan fotografi hingga musik dan komedi, sekaligus diberi ruang untuk mengembangkan bakat.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan program tersebut dirancang untuk membuka peluang tumbuhnya talenta baru. Pengenalan sejak usia sekolah dan perguruan tinggi diharapkan membantu peserta menemukan minat serta mengasah kemampuan di bidang yang mereka tekuni.

Selain menyasar generasi muda, Dispar Kukar juga menyiapkan pendampingan bagi komunitas ekonomi kreatif yang sudah aktif berkegiatan. Salah satunya komunitas Stand Up Comedy Tenggarong, yang selama ini menjalankan aktivitas secara mandiri meski belum mendapat dukungan anggaran dari APBD. Zikri mengapresiasi upaya komunitas tersebut dalam mempertahankan kegiatan dan mengembangkan anggotanya. Pemerintah daerah, menurut dia, tengah menyiapkan sejumlah skema pendampingan untuk mendukung perkembangan komunitas.

“Mereka mau tumbuh dan berkembang secara mandiri, dan itu tentu mendapat apresiasi dari kami. Ke depan, kami akan menyiapkan beberapa skema pendampingan,” ujar Zikri.

Untuk komunitas stand-up comedy, salah satu rencana yang disiapkan adalah menghadirkan mentor dari komunitas Stand Up Samarinda. Pendampingan ini diharapkan membantu para komika mengembangkan materi sekaligus meningkatkan kualitas penampilan saat berhadapan dengan penonton. Zikri menilai kemampuan komika tidak cukup dibangun hanya dengan kesempatan tampil di atas panggung.

Penguatan materi juga diperlukan agar penampilan mereka semakin matang dan dapat menjangkau khalayak yang lebih luas. Di sisi komunitas, Ketua Stand Up Comedy Tenggarong, Muhammad Zakaria Al Fazri, menyebut latihan rutin dan panggung terbuka menjadi bagian penting dalam mengembangkan kemampuan anggota.

Kegiatan open mic digelar setiap Rabu malam mulai pukul 19.30 WITA dan terbuka bagi masyarakat yang ingin belajar berbicara di depan umum maupun menekuni komedi. “Dalam tiga bulan terakhir ada sekitar 14 orang yang terdaftar, dan progresnya sangat baik. Komika baru yang bergabung bahkan sudah mampu membawakan materi durasi lima menit yang menghibur,” kata Zakaria.

Menurutnya, latihan yang konsisten membantu anggota membangun kepercayaan diri sekaligus mengasah kemampuan menyampaikan materi di hadapan publik. Panggung terbuka juga menjadi kesempatan bagi komika baru untuk menguji materi dan mendapatkan pengalaman tampil. Zakaria berharap dukungan pemerintah daerah dapat memperluas perkembangan stand-up comedy di Kukar.

Ia juga menginginkan komunitas serupa tumbuh di kecamatan lain agar kesempatan berkarya tidak hanya terpusat di Tenggarong. Melalui pengenalan ekonomi kreatif di lingkungan pendidikan dan pendampingan komunitas, Dispar Kukar berupaya membuka jalur regenerasi pelaku kreatif.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kegiatan komunitas yang sudah berjalan sekaligus memberi kesempatan bagi talenta baru untuk berkembang di berbagai subsektor ekonomi kreatif.

(ADV)