Program WASH Perluas Akses Air Bersih Kariangau

Pemerintah kota penanda tanganan nota kesepahaman di aula Balai kota Balikpapan terkait wash project 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Upaya memperluas akses air bersih bagi masyarakat di wilayah pesisir kembali diperkuat Pemerintah Kota Balikpapan melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga sosial. Kawasan Kariangau, Balikpapan Barat, yang masih menghadapi keterbatasan ketersediaan air layak, menjadi lokasi pelaksanaan Indonesia Kariangau Water, Sanitation and Hygiene (WASH) Project.

Program hasil kerja sama Pemkot Balikpapan, Posco International, PT AGPA Refinery Complex, dan Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Aula Balai Kota Balikpapan, Rabu (5/8/2026).

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo mengatakan, persoalan air bersih masih menjadi tantangan yang dihadapi sejumlah kawasan, khususnya wilayah pesisir yang rentan terhadap intrusi air laut serta belum didukung infrastruktur yang memadai. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kualitas kesehatan masyarakat hingga kenyamanan proses belajar mengajar di sekolah.

Karena itu, kehadiran program WASH dinilai menjadi langkah konkret dalam menjawab kebutuhan dasar warga.

"Kami mengapresiasi Posco International, PT AGPA Refinery Complex, dan Yayasan Gugah Nurani Indonesia yang telah menghadirkan solusi nyata melalui program ini. Kami berharap seluruh perangkat daerah ikut mengawal pelaksanaannya agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan," ujar Agus saat membacakan sambutan Wali Kota Balikpapan.

Melalui program tersebut akan dibangun sistem filtrasi dan water purifier siap minum di SMP Negeri 16 dan SMP Negeri 20 Balikpapan Barat yang akan dimanfaatkan lebih dari 950 pelajar. Selain itu, lima sumur bor lengkap dengan jaringan distribusi air juga akan dibangun untuk melayani sekitar 40 kepala keluarga yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang, program ini turut membentuk lima Komite Pengelola Air (KPA) berbasis masyarakat. Kelompok tersebut akan bertanggung jawab mengoperasikan, merawat, serta memastikan keberlangsungan sarana yang telah tersedia.

President Director PT AGPA Refinery Complex, Sang Real Kim, menegaskan bahwa penyediaan akses air bersih merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.

"Kami meyakini perkembangan perusahaan harus berjalan seiring dengan meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Melalui program ini kami ingin menghadirkan akses air bersih yang aman sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi warga," katanya.

Sementara itu, Executive Director Yayasan Gugah Nurani Indonesia, Febrina Fransisca Sianturi, menilai ketersediaan air bersih memiliki hubungan erat dengan kualitas pendidikan dan kesehatan anak. Menurutnya, lingkungan sekolah yang didukung sanitasi memadai akan mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus menciptakan proses belajar yang lebih baik.

Program Indonesia Kariangau WASH Project dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2028 dengan fokus pada pembangunan sarana air bersih, peningkatan sanitasi, edukasi kesehatan, serta penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola fasilitas secara mandiri setelah program berakhir.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)