Antisipasi El Nino 2026, PTMB Perkuat Strategi Amankan Pasokan Air di Balikpapan

Dirut PTMB Balikpapan Yudhi Saharuddin 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Ancaman fenomena El Nino 2026 mulai diantisipasi serius oleh Pemerintah Kota Balikpapan melalui Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Langkah ini dilakukan menyusul prediksi terjadinya penurunan ketersediaan air baku yang dapat berdampak langsung terhadap pelayanan air bersih kepada masyarakat. Direktur PTMB, Yudhi Saharuddin, menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan sejak jauh hari.

Upaya tersebut mencakup pembahasan internal hingga koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) sebagai pihak yang berperan dalam pengelolaan sumber daya air, Rabu (8/4/2026)

“Koordinasi lintas instansi sudah kami lakukan, termasuk dengan BWS. Dalam waktu dekat, kami juga akan rapat bersama Wali Kota dan seluruh OPD untuk memastikan kesiapan menghadapi El Nino,” ujar Yudhi.

Menurutnya, langkah kolaboratif tersebut penting agar seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman dan kesiapan yang sama dalam menghadapi potensi krisis air. Prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa fenomena yang dijuluki “Godzilla El Nino” akan berlangsung pada April hingga Oktober 2026.

Untuk wilayah Balikpapan, dampak paling signifikan diperkirakan terjadi pada periode Juni sampai Oktober. Walaupun wilayah Kalimantan dikenal memiliki tingkat kelembapan yang relatif lebih tinggi dibanding daerah lain, risiko berkurangnya debit air tetap tidak bisa diabaikan.

Kondisi tersebut mendorong PTMB menyiapkan skenario pengendalian produksi air dari waduk, yang bisa mencapai pengurangan hingga 75 persen saat kondisi terparah.

“Pada periode puncak, produksi air kemungkinan akan kami batasi hingga 75 persen. Karena itu, kami sudah menyiapkan berbagai alternatif untuk menutup kekurangan pasokan,” jelasnya.

Sebagai langkah mitigasi, PTMB menyiapkan sejumlah alternatif sumber pasokan. Di antaranya dengan mengoptimalkan tiga bendali bantuan dari BWS, melakukan peningkatan kapasitas sumur air baku, serta menjajaki pemanfaatan Embung Wain yang saat ini masih dalam proses koordinasi dengan Kementerian Kehutanan.

Tidak hanya berfokus pada suplai, PTMB juga menyiapkan strategi distribusi darurat bagi pelanggan yang terdampak. Penyaluran air bersih melalui mobil tangki akan dimaksimalkan, dengan rencana pengoperasian hingga 30 unit armada untuk menjangkau wilayah yang mengalami gangguan layanan.

“Untuk kondisi darurat, kami menargetkan hingga 30 unit mobil tangki disiapkan agar distribusi air tetap berjalan bagi masyarakat yang terdampak,” tambah Yudhi.

Agar penyaluran berjalan efektif, PTMB akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan setempat sehingga distribusi air dapat tepat sasaran dan merata. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga mulai digencarkan. Warga diimbau untuk menggunakan air secara bijak sebagai bagian dari upaya bersama menghadapi potensi krisis air.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mulai berhemat dalam penggunaan air. Kami juga menyalurkan tandon bagi warga terdampak agar bisa menampung air saat distribusi berlangsung,” tutupnya.

Dengan kesiapan yang terus dimatangkan serta dukungan lintas sektor, PTMB optimistis dampak El Nino terhadap layanan air bersih di Balikpapan dapat ditekan.

Pemerintah kota pun dijadwalkan akan menyampaikan kesiapan ini secara resmi dalam forum koordinasi bersama seluruh perangkat daerah dalam waktu dekat.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)