SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN, – Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit menular, khususnya campak.
Imbauan ini disampaikan menyusul adanya sejumlah wilayah di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai daerah endemik campak oleh Kementerian Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Alwiati, menegaskan pentingnya menjaga kondisi tubuh selama perjalanan, terutama saat berinteraksi dengan banyak orang.
“Kami mengimbau para pemudik agar tetap menjaga kesehatan selama perjalanan dan berhati-hati terhadap penularan penyakit, terutama campak,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini terdapat lebih dari 200 kasus suspek campak yang ditemukan di berbagai wilayah di Balikpapan. Meski demikian, Balikpapan belum masuk dalam kategori daerah endemis yang membutuhkan respons imunisasi luar biasa seperti di beberapa daerah lain.
Menurutnya, campak merupakan penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan upaya pengejaran imunisasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak, yang belum mendapatkan vaksin.
“Campak sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. Karena itu kami terus mendorong masyarakat untuk melengkapi status imunisasi,” jelasnya.
Selain itu, Alwiati juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat bersilaturahmi, terutama ketika berinteraksi dengan bayi atau anak kecil. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh atau menggendong bayi.
“Kami mengimbau orang dewasa tidak sembarangan menyentuh atau mencium bayi, terutama jika belum mencuci tangan. Hal kecil seperti ini bisa menjadi sumber penularan penyakit,” katanya.
Campak sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menular melalui droplet atau percikan dari saluran pernapasan. Gejala yang umum muncul antara lain demam tinggi, ruam merah pada kulit, serta gejala mirip flu seperti batuk dan pilek.
Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diminta segera melakukan isolasi mandiri dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. “Penderita campak sebaiknya melakukan isolasi mandiri hingga sembuh agar tidak menularkan kepada orang lain,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam kondisi aktif, sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu jika diperlukan selama perjalanan mudik.
“Kami berharap masyarakat tetap sehat selama mudik dan tidak membawa penyakit saat kembali ke Balikpapan,” pungkasnya.
(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)