Lima Pekerja Asal Malang Terlantar di Balikpapan, Dinsos Fasilitasi Pemulangan ke Surabaya

Satpol PP mendata ke lima pekerja untuk diantar ke Dinsos Balikpapan untuk dilakukan penampungan sementara 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Lima orang pekerja asal Malang sempat terlantar di Kota Balikpapan setelah mengalami penipuan terkait tiket kapal laut. Mereka akhirnya mendapat penanganan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan sebelum dipulangkan ke daerah tujuan, (18/3/2026)

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, menjelaskan bahwa kelima pekerja tersebut sebelumnya bekerja di proyek perumahan di wilayah Bengalon selama kurang lebih dua bulan. Namun, nasib mereka berubah setelah upah yang seharusnya diterima justru dibawa kabur oleh mandor proyek.

“Setelah kejadian itu, mereka memutuskan untuk pulang ke kampung halaman. Mereka sempat membeli tiket kapal laut secara online untuk keberangkatan pada 14 Maret,” ujar Edy.

Namun, saat tiba di Balikpapan dan hendak melakukan proses check-in, kelima pekerja tersebut justru mendapati bahwa tiket yang mereka beli tidak valid atau bodong. Kondisi ini membuat mereka kebingungan dan akhirnya melapor ke Polsek Kawasan Pelabuhan (KP3).

Dari laporan tersebut, petugas kepolisian kemudian mengarahkan mereka untuk mendatangi kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Selanjutnya, oleh petugas Satpol PP, mereka diantar ke tempat penampungan milik Dinas Sosial Kota Balikpapan untuk mendapatkan penanganan sementara.

Edy menjelaskan bahwa pihaknya memberikan bantuan penanganan awal, termasuk tempat tinggal sementara dan kebutuhan dasar. Namun, karena keterbatasan anggaran dan kemampuan, Dinsos tidak dapat sepenuhnya menanggung biaya pemulangan mereka.

“Untuk itu, kami menyarankan agar mereka menghubungi pihak keluarga guna membantu pembelian tiket pulang,” jelasnya.

Upaya tersebut membuahkan hasil setelah keluarga dari masing-masing pekerja bersedia membantu biaya perjalanan. Pada 17 Maret, kelima pekerja tersebut akhirnya diberangkatkan menuju Surabaya menggunakan kapal laut.

Dinsos Kota Balikpapan mengimbau masyarakat, khususnya para pekerja yang merantau, untuk lebih berhati-hati dalam membeli tiket perjalanan secara online serta memastikan keabsahan agen atau platform yang digunakan. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran agar kasus serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)