Ramadan 1447 H, Bagus Susetyo Tegaskan ASN Balikpapan Tetap Profesional dan Maksimal Layani Warga

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan agar tidak menjadikan ibadah puasa sebagai alasan untuk menurunkan performa kerja. Penegasan tersebut disampaikannya di hadapan jajaran pejabat dan pegawai, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, meskipun selama Ramadan terjadi penyesuaian jam kerja, kualitas layanan kepada masyarakat harus tetap berjalan optimal tanpa ada penurunan standar. Ia menekankan bahwa status sebagai pelayan publik melekat pada setiap ASN dan tidak mengenal waktu maupun kondisi tertentu.

“Kualitas pelayanan kepada masyarakat harus tetap optimal. Kedisiplinan aparatur harus dijaga. Puasa bukan alasan untuk menurunkan kinerja,” tegasnya.

Bagus menjelaskan, perubahan jam operasional selama bulan suci merupakan kebijakan yang lumrah diterapkan setiap tahun. Namun demikian, kebijakan tersebut tidak boleh berdampak pada menurunnya produktivitas maupun melambatnya respons terhadap kebutuhan warga.

Ia mengingatkan bahwa masyarakat tetap membutuhkan berbagai layanan dasar, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan usaha, layanan kesehatan, hingga urusan publik lainnya. Karena itu, profesionalitas dan kecepatan pelayanan harus tetap menjadi perhatian utama.

“Sebagai abdi negara, komitmen kita melayani tidak boleh berubah, termasuk di bulan Ramadan,” ujarnya.

Lebih jauh, ia juga mengajak seluruh ASN menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat integritas dan etika kerja. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, serta empati terhadap masyarakat dinilai sejalan dengan semangat ibadah yang dijalankan selama bulan suci.

“Kita memiliki tanggung jawab tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga menjaga integritas, etika, dan akhlak dalam setiap pekerjaan,” katanya.

Baginya, Ramadan bukan sekedar peningkatan ibadah personal, melainkan juga kesempatan untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik. Spiritualitas dan profesionalitas, lanjutnya, harus berjalan beriringan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

“Ramadan harus menjadi sarana introspeksi dan memperkuat komitmen kita memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Balikpapan,” tutupnya.

Melalui komitmen tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap seluruh perangkat daerah mampu menjaga ritme kerja secara konsisten. Dengan begitu, pelayanan publik tetap prima, sementara nilai-nilai keagamaan turut memperkaya budaya kerja yang berintegritas dan bertanggung jawab.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)