SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kecamatan Balikpapan Utara menjadikan bulan suci Ramadan sebagai titik tolak untuk memperkuat denyut perekonomian warga tanpa mengabaikan stabilitas sosial.
Momentum tahunan ini dipandang bukan sekadar periode peningkatan aktivitas ibadah, tetapi juga peluang strategis untuk mendorong produktivitas masyarakat sekaligus menjaga suasana tetap aman dan tertib.
Camat Balikpapan Utara, Umar Hadi, menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas menjadi perhatian utama selama Ramadan. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah memfasilitasi penyelenggaraan Pasar Ramadan di sejumlah kelurahan. Kehadiran pasar musiman tersebut diharapkan mampu membuka ruang usaha bagi pelaku UMKM lokal.
“Ramadan ini bukan hanya soal ibadah, tapi juga kesempatan menggerakkan ekonomi warga. Pasar Ramadan kita dorong agar pelaku UMKM bisa meningkatkan pendapatan,” ujar Umar, Rabu (25/2/2026).
Selain sektor perdagangan, geliat ekonomi juga terlihat pada bidang pertanian dan wisata edukasi. Di Kelurahan Batu Ampar, kebun melon “Sumber Berkah” telah memasuki masa panen dan mulai dikenal sebagai destinasi wisata edukasi berbasis pertanian.
Sementara itu, di kawasan Karang Joang KM 21, Kelompok Wanita Tani berhasil mengembangkan budidaya buah naga serta memproduksi tepung singkong mocaf yang memiliki nilai tambah di pasaran.
“Potensi di kelurahan terus tumbuh. Ada pertanian, olahan pangan, sampai wisata edukasi. Ini menunjukkan ekonomi masyarakat makin bergerak,” jelasnya.
Kreativitas masyarakat juga muncul dari sektor ekonomi kreatif. Di wilayah KM 15, warga mengembangkan usaha ecoprint dengan memanfaatkan pewarna alami dari kayu ulin. Produk ramah lingkungan ini dinilai memiliki prospek cerah karena memadukan nilai estetika dan keberlanjutan.
Di sisi lain, sektor pariwisata alam turut mendapat penguatan dengan diluncurkannya destinasi Tirta Wahana. Kehadiran lokasi wisata baru tersebut tidak hanya menjadi alternatif rekreasi keluarga, tetapi juga menciptakan peluang usaha bagi warga sekitar.
Meski aktivitas ekonomi meningkat, Umar memastikan aspek keamanan tetap menjadi prioritas. Koordinasi intensif dilakukan bersama lurah, aparat keamanan, dan unsur masyarakat untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban seperti perang sarung maupun tawuran remaja.
“Kami merapatkan barisan bersama lurah dan unsur terkait agar wilayah tetap kondusif. Gangguan sosial harus dicegah sejak awal,” tegasnya.
Ia mengakui sempat terjadi beberapa insiden kecil, namun situasi dapat segera dikendalikan berkat komunikasi dan kerja sama yang solid. Setelah Ramadan dan Idulfitri, pemerintah kecamatan berencana melanjutkan fokus pada penguatan pertumbuhan ekonomi lokal, peningkatan tata kelola pemerintahan, serta memperluas kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat.
“Kolaborasi menjadi kunci. Kalau semua unsur bergerak bersama, Balikpapan Utara bisa terus tumbuh sebagai wilayah yang produktif dan tetap aman,” pungkas Umar.
(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)