SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Edy Gunawan menyampaikan bahwa rumah penampungan sementara yang terletak di Gunung Pasir, yang dulunya dalam kondisi terbengkalai, kini telah mendapatkan perbaikan menyeluruh.
Dalam wawancara pada Selasa, 24 Februari 2026, Edy menjelaskan bahwa fondasi bangunan telah diperkuat dan struktur utama dibangun kembali, dengan fasilitas kamar mandi yang sudah siap digunakan secara optimal.
"Saat ini, kami tengah dalam tahap persiapan untuk menyediakan peralatan dalam seperti tempat tidur, lemari, dan kebutuhan dasar lainnya agar penghuni merasa lebih nyaman," jelas Edy.
Tempat yang juga dikenal dengan sebutan rumah SPA ini kini beroperasi dengan standar yang lebih baik dan layak huni. Pengawasan dilakukan oleh tenaga terampil dan petugas keamanan yang profesional, dengan pembagian tenaga yang jelas: dua orang untuk menangani penghuni perempuan, dua orang untuk laki-laki, dan satu orang khusus sebagai petugas keamanan.
Operasional rumah penampungan berjalan selama 24 jam nonstop, termasuk penyediaan makanan yang teratur setiap hari. Sebagai tempat singgah sementara, rumah penampungan ini berfungsi untuk memberikan perlindungan dan pemulihan bagi penghuninya.
Setelah kondisi fisik dan psikologis mereka membaik, pihak dinas akan menanyakan kesediaan untuk mengikuti program pelatihan keterampilan di Samarinda. Beberapa pilihan pelatihan yang ditawarkan antara lain menjadi barista atau pembuat roti, yang memiliki prospek kerja yang cukup menjanjikan mengingat kebutuhan akan tenaga di bidang tersebut masih tinggi.
Setelah menyelesaikan pelatihan selama beberapa bulan dan menguasai keterampilan yang diajarkan, para peserta akan dibawa kembali ke Balikpapan dan pihak dinas akan membantu mencari kesempatan kerja di tempat yang sesuai, seperti kafe atau usaha makanan yang menjadi binaan dinas.
Sampai saat ini, telah ada empat orang yang melalui proses penanganan di rumah penampungan, dengan dua di antaranya sudah berhasil dikirim ke Samarinda untuk mengikuti pelatihan.
"Banyak di antaranya terpaksa tinggal di tempat penampungan akibat kurangnya perhatian keluarga, masalah lingkungan sekitar, dan pola hidup yang tidak mendukung perkembangan mereka," ujar Edy,
menambahkan bahwa salah satunya adalah anak berusia 9 tahun yang kini kondisinya sudah membaik dan akan ditempatkan di sekolah yang ada di Samarinda.
(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)