Isu Patahan Lempeng di Kaltim Dipastikan Hoaks, BPBD Balikpapan Minta Warga Tak Panik

Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali

SWARAREPUBLIKA.com Balikpapan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan memastikan kabar yang menyebut adanya patahan lempeng bumi yang berpotensi memicu gempa besar di wilayah Kalimantan Timur adalah tidak benar.

Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan koordinasi langsung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna menelusuri kebenaran informasi yang beredar luas di media sosial.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat begitu isu tersebut mencuat di tengah masyarakat. Ia mengatakan, langkah awal yang dilakukan adalah menghubungi BMKG untuk meminta klarifikasi resmi terkait potensi aktivitas seismik di wilayah Kalimantan Timur, Selasa (24/2/2025)

“Begitu muncul informasi itu, kami langsung berkoordinasi dengan BMKG. Hasilnya ditegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks,” ujar Usman.

Meski isu tersebut dipastikan tidak benar, BPBD tetap mengambil langkah mitigasi sebagai bentuk kewaspadaan. Koordinasi juga dilakukan dengan BPBD kabupaten/kota lain di Pulau Kalimantan, terutama di daerah yang memiliki riwayat aktivitas seismik relatif lebih sering, seperti Tarakan dan kawasan yang berdekatan dengan wilayah Filipina.

Usman menjelaskan, berdasarkan informasi teknis dari BMKG, potensi gempa di Indonesia bagian timur umumnya dipengaruhi oleh zona patahan aktif seperti yang terdapat di sekitar Palu. Sementara itu, Balikpapan dinilai tidak berada pada jalur patahan aktif yang berisiko tinggi.

“Kalaupun ada aktivitas gempa di wilayah lain, kemungkinan dampaknya ke Balikpapan sangat kecil, bahkan bisa jadi tidak terasa,” jelasnya.

Secara geografis, Balikpapan memiliki kontur wilayah berbukit dengan karakteristik tanah yang berbeda dari daerah rawan likuefaksi seperti Palu. Selama ini, jenis bencana yang lebih dominan terjadi di Balikpapan adalah bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi serta pergerakan tanah lokal.

“Untuk kejadian gempa besar yang berdampak signifikan di Balikpapan, sejauh ini belum pernah terjadi. Ancaman yang lebih sering kita hadapi justru banjir dan longsor akibat hujan,” tambahnya.

BPBD Balikpapan juga terus menjalin komunikasi aktif dengan BMKG dan melaporkan perkembangan situasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui jalur koordinasi provinsi.

Sistem pemantauan gempa nasional, lanjut Usman, bersifat terpusat dan terintegrasi sehingga setiap aktivitas seismik dapat terdeteksi dan diumumkan secara resmi melalui kanal pemerintah.

“Kalau ada potensi yang membahayakan, pasti akan ada peringatan resmi. Untuk saat ini, berdasarkan informasi BMKG, isu tersebut tidak benar,” tegasnya.

BPBD mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar di media sosial. Warga diminta hanya merujuk pada sumber resmi pemerintah dalam memperoleh informasi kebencanaan.

“Kita tetap waspada terhadap potensi bencana, karena perubahan alam bisa saja terjadi. Tetapi jangan sampai informasi yang tidak benar menimbulkan kepanikan,” pungkas Usman.

Hingga saat ini, BPBD memastikan kondisi Kota Balikpapan dalam keadaan aman dan terkendali.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)