SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat upaya pengelolaan sampah sejalan dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Rabu, (23/9/2025) Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menegaskan bahwa target pengurangan sampah nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) terbaru ditingkatkan menjadi 50 persen, dari sebelumnya hanya 30 persen.
“Target pengurangan sampah sebesar 50 persen itu berasal langsung dari sumbernya, terutama rumah tangga. Karena itu, kami mendorong pembentukan bank sampah unit di setiap kelurahan, dengan minimal enam bank sampah di tiap wilayah,” jelas Sudirman.
Selain memperbanyak bank sampah, Pemkot Balikpapan juga mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai bagian dari strategi pengurangan sampah. Saat ini, satu TPST telah beroperasi di kawasan Kota Hijau dengan pembangunan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan pengelolaan oleh DLH.
“Rencananya, setiap kecamatan di Balikpapan akan memiliki satu TPST. Tahun ini, pembangunan dilakukan di Kilometer 12 dan Graha Indah. Tahun depan akan dilanjutkan di Telaga Sari. Secara bertahap, semua kecamatan akan memiliki TPST,” kata Sudirman.
Ia menambahkan, keberadaan TPST diharapkan mampu memaksimalkan pengolahan sampah sehingga yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanyalah residu atau sisa yang benar-benar tidak bisa dimanfaatkan lagi. “Dengan begitu, volume sampah yang ditimbun di TPA dapat ditekan seminimal mungkin,” ujarnya.
Sudirman juga menyinggung tentang penerapan retribusi sampah yang menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah di Balikpapan. Menurutnya, retribusi tersebut penting untuk mendukung operasional pengolahan sampah agar lebih berkelanjutan.
Melalui program ini, DLH berharap masyarakat semakin terlibat aktif dalam memilah sampah dari rumah, memanfaatkan bank sampah, dan mendukung pengoperasian TPST. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan warga, target pengurangan sampah 50 persen di Kota Balikpapan diyakini bisa tercapai.
(ADV/diskominfo Balikpapan)