SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pengembangan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di berbagai titik strategis kota.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Heria Prisni, menyatakan bahwa saat ini kota sudah memiliki empat RBRA aktif yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Empat RBRA yang sudah tersedia antara lain terletak di Taman Puspoyudo, Taman Bekapai, Taman Tiga Generasi, dan kawasan Masjid Balikpapan Islamic Center,” ujar Heria saat ditemui di Gedung Kesenian Balikpapan, Kamis (5/6/2025).
Keberadaan RBRA menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian Kota Layak Anak (KLA) tingkat nasional. Menjelang proses verifikasi nasional yang akan dilaksanakan pada 12 Juni 2025, Pemkot Balikpapan terus melakukan berbagai persiapan untuk mempertahankan predikat KLA kategori utama yang telah diraih sebelumnya.
“Tanggal 12 Juni nanti akan dilakukan verifikasi oleh tim pusat. Kami berupaya keras agar Balikpapan tetap mempertahankan status KLA kategori utama,” tegas Heria.
Dalam upaya meningkatkan fasilitas ramah anak, tahun ini pemerintah juga merencanakan pembangunan RBRA baru yang akan ditempatkan di area sekitar Gereja Bukti Benuas. Heria menekankan bahwa inisiatif ini mencerminkan semangat inklusivitas, bahwa fasilitas publik ramah anak harus bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
“Pembangunan RBRA di dekat tempat ibadah umat Kristen ini juga sebagai bentuk keterwakilan lintas agama dalam menciptakan ruang yang ramah dan setara bagi semua anak,” lanjutnya.
Menurut Heria, fungsi RBRA tak hanya sebatas tempat bermain. Lebih dari itu, RBRA juga menjadi media edukatif bagi anak-anak dalam membangun interaksi sosial dan mengembangkan karakter. Di sana anak-anak bisa belajar budaya antre, bersosialisasi, dan mengurangi ketergantungan terhadap gawai.
“RBRA punya nilai edukatif. Anak-anak bisa lebih aktif, berinteraksi langsung dengan teman-temannya, serta terbiasa dengan nilai-nilai positif dalam kehidupan sosial,” jelasnya.
Rencana jangka menengah Pemkot Balikpapan juga mencakup pembangunan RBRA di seluruh kelurahan yang tersebar di enam kecamatan. Proses ini akan dilakukan secara bertahap agar seluruh anak memiliki akses bermain yang aman dan mudah dijangkau.
“Pembangunan RBRA di seluruh kelurahan sudah masuk dalam rencana jangka menengah. Ini bagian dari komitmen kami menciptakan kota yang ramah bagi semua anak,” tambah Heria.
Dengan langkah ini, diharapkan Balikpapan semakin dekat pada visi menjadi kota yang tidak hanya nyaman ditinggali, tetapi juga ramah dan mendukung tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi masa depan bangsa.
(ADV/Diskominfo Balikpapan)