AHB Diangkat Sebagai Pejuang Demokrasi oleh Tim Pemenangan Kotak Kososng

Swararepublika,Ir H. Ahmad Basir, Merupakan Tokoh Pengusaha di Balikpapan dan juga sekaligus CEO PT. Permata Abadi, telah menerima penghargaan dari Tim Pemenangan Kotak Kosong. Penghargaan diberikan karena Ir. H. Ahmad Basir merupakan Pejuang Demokrasi di Balikpapan dan tokoh yang selalu aktif dalam kegiatan sosial dimasyarakat.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Tim Pemenangan Kotak Kosong DR. H. Abdul Rais, SH. MH, didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris Tim Pemenangan Kotak Kosong Yudi Firman Alimin dan Haris Syamtah di Sekretariat AHB Centre Prum BDS II, Jumat (18/09/2020) Penghargaan yang diberikan Tim Kotak Kosong yakni Karikatur Perjalanan perjuangan Ahmad Basir dalam melakukan kegiatan sosial dimasyarakat, dan juga sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan untuk menegakkan Demokrasi di Kota Beriman ini.

Ir. H. Ahmad Basir yang mana dirinya sempat maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Balikpapan sebagai bakal calon Wali Kota Balikpapan, Namun gagal akibat kurangnya koalisi Partai Pendukung yang memiliki kursi di Parlemen/Legislatif.

Pria Berkacamata yang biasa disapa AHB ini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Pemenangan Kotak Kosong dengan memberikan penghargaan kepada dirinya sebagai pejuang demokrasi kota Balikpapan.

“Saya tadi kaget juga, tiba-tiba diserahi plakat /penghargaan yang diserahkan langsung oleh beliau, dimana keterangan tertulis adalah Pejuang Demokrasi. Suatu penghargaan buat saya karena beliau memberikan ini (plakat penghargaan) kepada saya karena dianggap sebagai penjuang demokrasi,” ujar AHB.

Tentunya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya dan keluarga. manifestasi AHB sendiri ke depannya adalah bagaimana benar-benar menjaga demokrasi yang ada di Kota Balikpapan. AHB menjelaskan dengan kontestasi Pilkada yang sekarang berjalan di Balikpapan.

“Saya sudah mengikuti tahapannya tapi secara konstitusional saya tidak bisa lanjut ke tahapan berikutnya karena tidak memenuhi kursi sesuai yang dipersyaratkan. Sekali lagi, atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerhati, dan semua masyarakat yang memberikan ruang kepada kami untuk berbuat yang terbaik demi kesejahtraan masyarakat Balikpapan,” ungkapnya.

AHB menambahkan Perihal kontestasi Pilkada, pihaknya secara langsung telah menyampaikan melalui Konfrensi Press, bahwa dirinya tidak bisa maju dalam kontestasi Pilkada Balikpapan karena tidak memenuhi persyaratan yang telah disyaratkan, Akan tetapi dirinya juga mengimbau kepada masyarakat Balikpapan untuk bersama-sama mensukseskan Pilkada di Balikpapan ini dan jangan golput.

“Mari bersama-sama masyarakat kita untuk hadir ke TPS memilih pilihan sesuai dengan hati nurani kita masing-masing, seperti yang pernah disampaikan beberapa ahli bahwa pada Pilkada ini memang pilihannya ada dua, ada yang nyata gambar-gambar dan ada yang tidak nyata atau yang dikenal dengan kolom kosong,” kata AHB "sekali lagi masyarakat punya hak untuk itu, dan kita berharap penyelenggara Pemilu dan seluruh aparat terkait, bersama -sama mendukung program pemerintah dalam Pilkada ini dengan memberikan ruang seluas-luasnya untuk masyarakat agar aktif berpartisifasi dalam Pilkada 2020 mendatang"pungkasnya.

Sementara itu Ketua Tim Pemenangan Kotak Kosong DR. H. Abdul Rais SH MH mengatakan, dalam kesempatan kali ini Tim Kotak Kosong datang ke Seketariat AHB untuk memberi penghargaan atau kenang-kenangan sebagai PEJUANG DEMOKRASI Kota Balikpapan.

Rais menjelaskan “Karena kita tahu jalannya tahapan pencalonan ini, di Balikpapan ada 45 kursi dengan pasangan calon harus mendapatkan 9 kursi untuk mengusung pasangan calon menjadi Wali Kota maupun Wakil Wali Kota Balikpapan, dari 45 kursi yang ada jika dibagi 9 maka ada 5 pasangan calon atau kontestan yang dapat dipilih oleh masyarakat"katanya.

"namun,sayang sangat disayang sampai pendaftaran kedua yang dibuka oleh KPU, ternyata partai Politik besar ini hanya menyalonkan /mengusuang satu Figur, hingga tersisa 5 kursi dari dua partai,” kata Rais.

Selaku Tim Pemenangan Kotak Kosong, pihaknya melihat Ahmad Basir begitu semangat untuk membangun demokrasi dan berjuang untuk mendapatkan kursi sembilan tersebut. Sampai di akhir masa perpanjangan pendaftaran tak satupun partai politik yang bergeser ke Ahmad Basir. “Kami sebagai Tim Pemenangan Kotak Kosong melihat kenyataan di lapangan bahwa Demokrasi ini tidak berjalan.

karena masing-masing partai hanya mengusung satu kandidat saja. Seharusnya, partai-partai besar itu mengusung dan memberikan edukasi pendidikan politik supaya dia mencalonkan figur-figur dari internal partai maupun di luar partainya.

Tapi ini tidak terjadi,” ungkapnya. "Untuk itu, dari Tim Pemenangan Kotak Kosong memberikan penghargaan kepada Ahmad Basir ini sebagai Pejuang Demokrasi dalam bentuk plakat."tutur Rais.

“Meski kota Balikpapan dengan satu pasangan calon, masyarakat bisa memilih dan pilihannya adalah mencoblos atau menggunakan hak pilihnya melalui KOLOM KOSONG atau KOTAK KOSONG,” pungkasnya