Kesalahan Serius Pengurus KONI Balikpapan Membawa Olahraga Keranah Politik

BALIKPAPAN, SWARAREPUBLIKA.com - Sejak turunnya SK Kepengurusan KONI Kota Balikpapan pada bulan Mei 2022 silam, masyarakat olahraga, khususnya cabang olahraga prestasi menjadi amburadul tidak jelas arah pembinaannya.

Salah satu persoalan yang fatal adalah pengurus KONI Balikpapan Mencampur-adukkan persoalan pengelolaan olahraga di Balikpapan ke ranah politik, ini menggambarkan bahwa pengurus KONI tidak paham mengelola masyarakat olahraga di Balikpapan,Minggu (11/9/2022)

Beberapa waktu lalu pengurus KONI memberikan penghargaan terhadap beberapa fraksi partai di DPRD Balikpapan sebagai partai yang seolah-olah selama ini telah memperjuangkan anggaran KONI.

Ini 'kan cara-cara yang kurang baik buat KONI ke depan karena membuat iklim pengelolaan olahraga terjebak ke ranah politik. Bagaimana bisa olahraga kita maju kalau pengelolaan olahraga dicampuradukkan dengan urusan politik?

Hal ini juga dapat membuat gaduh dan bisa membuat ketersinggungan fraksi parpol lain yang selama ini telah bekerja dengan baik, seolah yang memerhatikan KONI hanya fraksi partai yang diberi penghargaan oleh KONI yang lain tidak memerhatikan KONI.

Ini gambaran jelas bahwa pengurus KONI tidak paham dalam mengelola masyarakat olahraga di Kota Balikpapan.

Sampai-sampai ada anggota DPRD Kota Balikpapan yang tidak paham persoalan mengeluarkan statemen akan menggunakan Hak Angket gara-gara urusan KONI. Ini 'kan membuat anggota DPRD kita menjadi bahan tertawaan banyak pihak. Masa hanya gara-gara persoalan KONI yang tidak jelas tiba-tiba mau melakukan Hak Angket?

Akibatnya, banyak masyarakat Balikpapan beranggapan bahwa anggota DPRD kita harus lebih banyak lagi membaca dan mengikuti bimtek biar terlihat cerdas dalam memberi solusi terhadap persoalan yang terjadi di masyarakat.

Sejak awal kepengurusan KONI ini, terlalu banyak masalah yang terjadi.

Hal lain yang terlihat aneh dan membingungkan adalah masa hanya untuk berkomunikasi secara baik saja dengan Pemerintah Kota Balikpapan pengurus KONI Balikpapan tidak mampu?

Padahal ketua KONI yang saat ini terpilih, waktu orasi di hadapan pengurus cabor anggota KONI Balikpapan, saat mencalonkan diri sebagai ketua KONI mengatakan bahwa beliau maju karena mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Balikpapan.

Yang pada akhirnya pengurus cabor anggota KONI Balikpapan memilihnya sebagai ketua umum KONI, ternyata yang beliau sampaikan pada saat orasi pencalonan tersebut adalah kebohongan besar, (pepesan kosong) karena sampai saat ini komunikasi jajaran pengurus KONI dengan Pemerintah Kota Balikpapan tidak terjalin dengan baik.

Bahkan aneh bin ajaib jajaran pengurus KONI mengajak melakukan demo dengan mengirim surat izin demo ke Polresta Balikpapan, untuk menekan, menakut-nakuti Pemerintah Kota Balikpapan saat pelaksanaan Haornas, dengan maksud dan tujuan yang tidak jelas.

Padahal pada saat peringatan Haornas, banyak tamu yang datang termasuk Wakil Presiden RI. Ini 'kan sama saja membuat malu diri sendiri.

Untungnya ajakan demo tersebut disikapi oleh pengurus cabor dengan banyak yang menolak dan tidak menyetujui karena pengurus KONI itu seharusnya membantu pemerintah dalam mengurus masyarakat olahraga di Balikpapan, bukan malah mau mendemo pemerintah kota, tentu ini sangat membingungkan.

Rentetan kejadian ini tentu akan berdampak pada anggaran hibah KONI Balikpapan. Bisa jadi Pemerintah Kota kehilangan kepercayaan terhadap jajaran KONI saat ini dalam pengelolaan dana hibah yang cukup besar, akibat dari cara-cara pengurus KONI yang terlihat tidak jelas arah komunikasi dan pembinaannya.

Dan dapat dipastikan peristiwa ini juga akan berdampak pada proses pembinaan olahraga terhadap pelatih dan atlet di Kota Balikpapan karena ulah dari pengurus KONI saat ini.

Berikutnya bisa jadi akibat ulah dari pengurus KONI ini, Pemerintah Kota Balikpapan tidak akan memberikan dukungan 100% untuk kegiatan pemberangkatan pelatih, atlet dan official ke ajang Porprov VII Berau.

Untuk itu kami sampaikan kepada Pengurus KONI Balikpapan secara terbuka, jika sudah tidak mampu mengurus KONI ada baiknya kalian mundur jangan merusak KONI Balikpapan.

Janganlah gara-gara ketidakmampuan pengurus KONI Balikpapan, malah mengorbankan atlet dan pelatih cabor di Kota Balikpapan.

Ishak : Sek cabor gulat Indonesia kota Balikpapan.