Alfamidi Operasikan 49 PLTS Atap, Hemat 2,2 Juta Lembar Kertas

SWARAREPUBLIKA.com, JAKARTA – PT Midi Utama Indonesia Tbk atau Alfamidi terus melakukan upaya penghematan energi dan penggunaan kertas dalam kegiatan operasionalnya. Hingga Oktober 2026, perusahaan tersebut telah mengoperasikan 49 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dan menghemat lebih dari 2,2 juta lembar kertas melalui program digitalisasi.

Penggunaan energi surya dan pengurangan kertas menjadi bagian dari upaya perusahaan menekan emisi karbon sekaligus mengurangi dampak operasional terhadap lingkungan. Building Manager Alfamidi, Pembangunan Siregar, mengatakan pemanfaatan PLTS Atap merupakan salah satu langkah perusahaan dalam mendukung penggunaan energi bersih.

Sepanjang 2023 hingga Oktober 2026, pengoperasian 49 unit PLTS Atap tersebut tercatat menghasilkan 5,5 juta kWh listrik dari energi matahari. Pemanfaatan energi terbarukan itu juga mampu mengurangi emisi karbon hingga 2.976 ton dan menghemat biaya listrik sebesar Rp7,9 miliar.

“Melalui pengoperasian puluhan PLTS ini, Alfamidi turut mendukung transisi energi bersih sekaligus menekan emisi karbon,” kata Pembangunan.

Indonesia sendiri memiliki potensi energi surya yang besar. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), potensinya mencapai 3.294 gigawatt (GW). Pemanfaatan energi surya menjadi salah satu peluang untuk mendukung pengembangan energi terbarukan di Tanah Air.

Selain mengandalkan energi surya, Alfamidi juga menjalankan program pengurangan penggunaan kertas melalui digitalisasi proses kerja. Asset & General Service Manager Alfamidi, Theresia Lukas, mengungkapkan program paperless yang dimulai pada awal 2026 telah menghemat lebih dari 2,2 juta lembar kertas hingga Juni 2026.

Jumlah tersebut diperkirakan setara dengan penyelamatan lebih dari 200 pohon. Menurut Theresia, program ini diterapkan di kantor dan gudang melalui pengurangan pencetakan dokumen, penggunaan sistem digital, serta penyimpanan dokumen secara elektronik.

“Gerakan paperless kami lakukan di office dan warehouse dengan mengurangi cetakan kertas, menerapkan digitalisasi, serta menggunakan penyimpanan elektronik demi menjaga lingkungan tetap hijau,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya penghematan kertas akan terus dilanjutkan dengan mengidentifikasi proses bisnis yang masih menggunakan dokumen fisik untuk kemudian dialihkan ke sistem digital. Pengurangan penggunaan kertas tidak hanya membantu menekan biaya operasional, tetapi juga mengurangi kebutuhan bahan baku kertas dan volume sampah.

Melalui penggunaan PLTS Atap dan digitalisasi, Alfamidi berupaya menjalankan kegiatan bisnis dengan lebih efisien sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan. Kedua langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dalam operasional perusahaan.

(*)