Ketersediaan Air Bersih dan Dampak Hujan di SDN 022 Balikpapan Timur Jadi Sorotan, Disdik Siap Lakukan Pengecekan

SD no 22 Balikpapan Timur

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Ketersediaan air bersih dan kondisi lingkungan SDN 022 Balikpapan Timur menjadi sorotan setelah hujan deras mengguyur Kota Balikpapan pada Senin (20/7/2026).

Selain memicu akses jalan menuju sekolah berubah menjadi berlumpur, hujan juga memunculkan kekhawatiran orang tua terhadap kesiapan sarana dan prasarana sekolah yang baru beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.

Dalam kondisi tersebut, seorang wali murid dilaporkan terpeleset saat mengantar anaknya ke sekolah akibat jalan yang licin. Peristiwa itu menambah kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan siswa maupun kelengkapan fasilitas dasar yang masih perlu dibenahi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengakui akses menuju SDN 022 memang masih menjadi kendala ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

"Memang medannya masih seperti itu," ujar Irfan saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan, perbaikan akses jalan menuju sekolah bukan menjadi kewenangan Disdikbud karena tidak masuk dalam nomenklatur instansinya. Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar penanganan jalan tersebut dapat segera dilakukan.

"Kami tidak bisa memperbaiki jalan karena tidak ada nomenklaturnya di kami. Sementara ini kami masih berkoordinasi dengan Dinas PU untuk perbaikan jalan menuju sekolah tersebut. Mudah-mudahan pada perubahan anggaran nanti bisa dianggarkan," jelasnya.

Selain akses jalan, perhatian juga tertuju pada ketersediaan air bersih di SDN 022. Menurut Irfan, untuk sementara kebutuhan air di sekolah dipenuhi melalui pemanfaatan Water Treatment Plant (WTP) yang berada di kawasan sekitar.

"Akhirnya kita pakai WTP di situ," katanya.

Terkait informasi adanya dugaan penggalangan sumbangan sukarela melalui komite sekolah maupun komite kelas untuk membantu penyediaan air bersih, Irfan mengaku belum menerima laporan resmi. Ia memastikan akan melakukan pengecekan karena penyediaan fasilitas air bersih merupakan bagian dari tanggung jawab Dinas Pendidikan.

"Nanti saya cek. Setahu saya kita menggunakan WTP perumahan. Kalau soal air nanti saya cek lagi, karena itu memang masuk ranah kami," tegasnya.

SDN 022 Balikpapan Timur resmi mulai digunakan pada tahun ajaran 2026/2027 dan saat ini menampung siswa kelas I dan II sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Balikpapan memperluas layanan pendidikan.

Meski telah beroperasi, sejumlah orang tua saat di minta keterangan berharap seluruh sarana dan prasarana dasar segera disempurnakan. Mereka menilai kebutuhan seperti air bersih, akses jalan yang layak, serta fasilitas penunjang lainnya seharusnya telah tersedia sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Menurut mereka, pemenuhan fasilitas dasar sekolah sebaiknya tidak bergantung pada sumbangan sukarela yang dibahas melalui rapat komite sekolah. Walaupun mekanisme tersebut diperbolehkan sepanjang sesuai ketentuan dan disepakati bersama, kebutuhan dasar sekolah dinilai tetap menjadi tanggung jawab pemerintah.

Dari beberapa Orang tua murid juga menyoroti kondisi lingkungan sekolah saat musim hujan. Berdasarkan pengalaman beberapa bulan lalu, kawasan sekolah menerima aliran air cukup besar dari wilayah yang lebih tinggi sehingga membawa lumpur ke lingkungan sekolah.

Mereka khawatir sistem drainase yang ada saat ini belum mampu menampung debit air dalam jumlah besar. Di sisi lain, pembangunan SDN 022 Balikpapan Timur diketahui masih berada dalam masa pemeliharaan.

Sejumlah pekerjaan, seperti penyelesaian pagar dan drainase, masih terus dilakukan oleh pihak pelaksana. Karena itu, para orang tua berharap seluruh kekurangan dapat segera diselesaikan sebelum musim hujan tiba.

Mereka menegaskan bahwa berbagai masukan yang disampaikan bukan merupakan bentuk penolakan terhadap keberadaan sekolah baru, melainkan wujud kepedulian agar SDN 022 Balikpapan Timur benar-benar siap menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta didukung fasilitas yang memadai bagi seluruh peserta didik.

"Jangan sampai kita lengah atau lalai. Sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seluruh kekurangan sebaiknya segera diselesaikan," ujar salah seorang orang tua murid.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)