
SWARAREPUBLIKA.com, PONTIANAK – Upaya mewujudkan kota yang lebih nyaman, ramah pejalan kaki, dan memiliki ruang publik yang berkualitas mendorong DPRD Kota Balikpapan melakukan kunjungan kerja ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Yusri, mempelajari berbagai konsep penataan pedestrian, ruang terbuka hijau, hingga pengembangan kawasan publik yang telah diterapkan Pemerintah Kota Pontianak. Rombongan DPRD Balikpapan diterima langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di Pontive Center, Rabu (10/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi wadah bertukar gagasan dan pengalaman mengenai pembangunan perkotaan yang berorientasi pada kenyamanan masyarakat. Edi Rusdi Kamtono menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki tantangan pembangunan yang berbeda. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi antardaerah dinilai penting untuk saling memperkaya solusi dalam menghadapi berbagai persoalan perkotaan.
“Melalui pertemuan seperti ini, kita dapat berbagi pengalaman dan bertukar informasi terkait pembangunan daerah sehingga bisa menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Edi, pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama berkaitan dengan berkurangnya dana transfer pusat serta penyesuaian kebijakan fiskal daerah. Meski demikian, Pemerintah Kota Pontianak tetap berkomitmen menjalankan pembangunan yang berorientasi pada kualitas hidup masyarakat.
Salah satu fokus yang terus dikembangkan adalah penyediaan ruang terbuka hijau, penghijauan kawasan perkotaan, pembangunan trotoar yang nyaman, serta penataan kawasan tepian Sungai Kapuas sebagai ruang publik yang dapat dinikmati warga. Edi menilai keberadaan ruang publik memiliki peran strategis dalam memperkuat interaksi sosial masyarakat yang beragam.
Karena itu, pemerintah terus memperluas ruang terbuka hijau dan menghadirkan fasilitas publik yang mampu menjadi tempat berkumpul bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, Pemkot Pontianak juga menjalankan program perlindungan pohon melalui aplikasi Sipohon serta menerapkan konsep pedestrian yang aman, teduh, nyaman, dan saling terhubung antarwilayah.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Yusri, mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan Pemerintah Kota Pontianak. Ia bahkan menyebut kunjungan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi rombongan DPRD Balikpapan. Menurut Yusri, tujuan utama kunjungan kerja ini adalah mempelajari sistem penataan pedestrian yang telah menjadi salah satu keunggulan Kota Pontianak.
Ia menilai jalur pejalan kaki yang terhubung dengan baik mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung wajah kota yang lebih modern. “Pedestrian di Pontianak memiliki konektivitas yang baik dan menjangkau berbagai kawasan. Ini menjadi referensi penting bagi Balikpapan untuk mengembangkan fasilitas serupa yang lebih terintegrasi,” katanya.
Hasil kunjungan tersebut, lanjut Yusri, akan menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Kota Balikpapan dalam merancang pembangunan pedestrian ke depan agar tidak hanya dibangun secara parsial, tetapi tersambung antarkawasan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, kedua daerah juga sepakat bahwa kehadiran Ibu Kota Nusantara membuka peluang besar bagi kota-kota di Kalimantan untuk memperkuat kolaborasi, berbagi pengalaman pembangunan, serta tumbuh bersama dalam menghadapi tantangan masa depan.
(*)