BSI Gelar Sosialisasi Literasi Keuangan, Jafar Sidiq Dorong UMKM Lebih Bankable

Anggota komisi 2 DPRD kota Balikpapan Jafar Sidik dari partai PKS

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat peran dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih siap mengakses pembiayaan perbankan.

Hal ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi literasi keuangan bertema UMKM Bankable yang digelar di Gedung Serbaguna Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Kota Balikpapan Komisi II, H. Jafar Sidiq, SE, bersama unsur kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, hingga para ketua RT se-Kelurahan Graha Indah.

Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran pelaku UMKM yang ingin memahami pengelolaan keuangan usaha secara lebih baik. Dalam kesempatan itu, Jafar Sidiq menilai sosialisasi literasi keuangan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, khususnya dalam hal manajemen keuangan.

“Kegiatan ini sangat baik karena pelaku UMKM membutuhkan pemahaman tentang bagaimana mengatur keuangan usaha. Dengan literasi ini, penggunaan dana bisa lebih tepat sehingga usaha dapat berkembang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan perbankan dalam membuka akses permodalan yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, kemudahan dalam proses pengajuan pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM. “Kemudahan berusaha harus benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan sampai keinginan untuk berusaha terhambat oleh proses yang rumit, meskipun tetap harus mengikuti aturan yang berlaku di perbankan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap akses pembiayaan tidak hanya diberikan kepada pelaku usaha yang sudah berjalan, tetapi juga kepada mereka yang baru memulai usaha agar memiliki peluang berkembang yang sama. Sementara itu, Kepala Cabang BSI Balikpapan Sudirman, Muhammad Bagus Nugroho, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi pelaku UMKM agar lebih siap menjadi bankable atau layak mendapatkan pembiayaan dari perbankan.

“Selama ini banyak UMKM yang merasa sulit mengakses permodalan. Salah satu penyebabnya karena belum memahami apa saja yang menjadi penilaian bank. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu mereka agar lebih siap,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, BSI menyediakan berbagai layanan untuk mendukung UMKM, mulai dari penggunaan QRIS guna mempermudah transaksi, pembiayaan mikro termasuk KUR, hingga layanan gadai emas bagi pelaku usaha yang membutuhkan dana cepat. “Dengan transaksi yang tercatat melalui rekening, bank dapat lebih mudah menilai kelayakan usaha. Selain itu, kami juga menyediakan pembiayaan mikro dan layanan gadai emas dengan proses yang relatif cepat,” ungkapnya.

Bagus juga menegaskan sejumlah syarat utama agar UMKM dapat mengakses pembiayaan, di antaranya memiliki usaha yang jelas, legalitas usaha, pembukuan yang rapi, serta riwayat kredit yang baik. “Pembukuan yang tertib dan arus kas yang jelas menjadi poin penting. Selain itu, riwayat kredit juga harus baik agar bisa lolos penilaian perbankan,” tegasnya.

Saat ini, BSI telah memiliki enam kantor cabang di Balikpapan yang sebagian berada di dekat pusat aktivitas UMKM, seperti kawasan pasar tradisional. Hal ini dilakukan untuk memudahkan akses layanan bagi para pelaku usaha.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pelaku UMKM semakin memahami pentingnya literasi keuangan dan mampu mempersiapkan diri untuk memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Balikpapan.

(R)