SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Menyikapi meningkatnya kasus HIV sepanjang 2025 serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini, Puskesmas Manggar Baru berencana memperluas edukasi HIV secara masif mulai tahun 2026.
Menurut Mas Ulun, PJ Program TB dan HIV, edukasi selama ini lebih banyak diarahkan kepada pasangan odhiv dan kelompok berisiko tinggi yang mengikuti layanan PrEP. Namun melihat tren terbaru, perluasan sasaran menjadi hal yang sangat penting.
“Selama beberapa tahun, edukasi masih terfokus pada kelompok tertentu.Mulai 2026 kami perlu menjangkau masyarakat umum, termasuk remaja dan kelompok usia produktif,” jelas Mas Ulun. Ia menyebut kelompok muda menjadi prioritas karena rentan mengakses informasi keliru dan terpapar perilaku berisiko. Langkah awal perluasan edukasi ini sebenarnya telah dimulai pada peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2025.
Puskesmas menggelar layanan skrining HIV di area publik dekat Lapangan Merdeka, tepatnya di kawasan parkir sekolah. Kegiatan itu mendapat respons positif dari masyarakat yang ingin memeriksa status kesehatan tanpa harus datang langsung ke puskesmas. Seringkali pasien datang dengan IMS kita selalu edukasi untuk tidak lagi jajan di luar dan jika sdh berpasangan setia pada pasangan karena dikhawatirkan bisa saja tertular HIV jika semakin intensnya melakukan Seks bebas dan seks menyimpang Selain itu, kampanye moral mengenai pola perilaku seksual sehat juga akan diperkuat, khususnya untuk remaja.
Ia mengingatkan pentingnya hubungan yang bertanggung jawab dan setia pada pasangan bagi mereka yang sudah menikah. Edukasi ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi menyangkut keselamatan masa depan generasi muda. Puskesmas juga menjadikan penghapusan stigma terhadap odhiv sebagai salah satu fokus utama tahun 2026. “Tidak boleh ada celah untuk diskriminasi. Odhiv harus dihargai dan dilindungi,” tegas Mas Ulun.
Dengan pendekatan edukatif yang lebih luas, konsisten, dan menyasar seluruh lapisan masyarakat, Puskesmas Manggar Baru berharap prevalensi HIV dapat ditekan dan masyarakat lebih berani melakukan pemeriksaan dini.
(ADV/Puskesmas)