SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Puskesmas Manggar Baru meningkatkan perhatian terhadap imunisasi Tetanus Toksoid (TT) sebagai bagian dari layanan wajib bagi calon pengantin perempuan. Program ini bertujuan melindungi calon ibu dari risiko tetanus selama kehamilan dan mencegah tetanus pada bayi baru lahir.
Hal ini disampaikan oleh Bidan Kordinator Binti Solekah. Menurut Binti, penentuan kebutuhan imunisasi TT dilakukan melalui skrining riwayat imunisasi sejak pasien masih bayi hingga usia sekolah. “Kalau imunisasi bayi lengkap, itu dianggap TT1 dan TT2. Saat sekolah kelas 1, 2, dan 5 dihitung sebagai TT3, TT4, dan TT5,” jelasnya.
Penilaian riwayat ini penting untuk menentukan apakah calon pengantin masih memerlukan suntikan tambahan. Jika riwayat imunisasi sudah lengkap, suntikan TT tidak lagi diberikan. Namun jika data menunjukkan ada tahapan yang belum terpenuhi, puskesmas wajib memberikan imunisasi susulan sesuai kebutuhan. “Suntikan TT ini hanya untuk calon pengantin perempuan, karena mereka kelak berpotensi hamil dan harus dilindungi dari risiko tetanus,” terang Binti Solekah.
Masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya imunisasi TT. Karena itu, setiap calon pengantin akan diberikan edukasi mengenai manfaat imunisasi, risiko jika tidak dilakukan, serta pengaruhnya terhadap kehamilan. “Ini bukan sekadar syarat nikah. Imunisasi TT menyelamatkan ibu dan bayi,” tegasnya.
Selain imunisasi, calon pengantin perempuan dan laki-laki menjalani pemeriksaan fisik serta tes laboratorium lainnya. Jika ditemukan kondisi medis tertentu, seperti infeksi atau penyakit menular, puskesmas akan melakukan konsultasi dengan dokter untuk penanganan lanjutan.
Binti berharap program imunisasi TT dapat membantu menekan kasus tetanus ibu dan bayi di Balikpapan. Ia juga mengajak masyarakat untuk memeriksakan diri sedini mungkin sebelum menikah. “Semakin awal diperiksa, semakin baik persiapannya. Kesehatan ibu harus dipastikan sebelum memasuki masa kehamilan,” ujarnya.
Dengan penguatan skrining dan imunisasi TT, Puskesmas Manggar Baru berkomitmen menjaga keselamatan calon ibu sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi masyarakat di wilayahnya.
(ADV/Puskesmas)