SWARAREPUBLIKA.com, BANJARMASIN – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) terus memantapkan koordinasi lintas lembaga guna memastikan percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan di Kalimantan, khususnya wilayah Kalimantan Selatan.
Komitmen ini diwujudkan melalui audiensi antara jajaran PLN dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan pada Kamis (20/11). General Manager PLN UIP KLT Basuki Widodo hadir bersama General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono serta General Manager PLN UIP3B Kalimantan Riko Ramadhano Budiawan.
Ketiganya diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Tiyas Widiarto, S.H., M.H., beserta jajarannya. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan konstruktif, mencerminkan hubungan kerja yang selama ini terjalin baik antara PLN dan Kejati Kalsel.
Melalui dialog terbuka, kedua pihak membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan proyek pembangunan kelistrikan, termasuk tantangan, progres, serta dukungan pendampingan hukum yang diperlukan agar setiap tahapan berjalan lancar dan sesuai ketentuan.
Audiensi ini juga menjadi ajang mempererat sinergi antarpimpinan, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk menghadirkan tata kelola pembangunan yang transparan, profesional, dan berkelanjutan. Dengan pendampingan hukum dari Kejati Kalsel, PLN mendapatkan kepastian dalam pelaksanaan proyek—mulai dari perencanaan, pengadaan, hingga konstruksi—sehingga pekerjaan di lapangan dapat dieksekusi lebih aman, tertib, dan efektif.
GM PLN UIP KLT Basuki Widodo menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan yang selama ini diberikan. “Kami sangat menghargai sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan. Pendampingan ini menjadi fondasi penting agar program ketenagalistrikan dapat berjalan tepat sasaran, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kajati Kalsel Tiyas Widiarto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kerja sama yang sudah terbangun. “Kami siap mendampingi PLN secara profesional dan akuntabel. Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memastikan pelayanan publik, termasuk penyediaan listrik, berjalan optimal dan memiliki kepastian hukum,” tegasnya.
Melalui komunikasi yang semakin solid dan kolaborasi yang terus diperkuat, percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Selatan diyakini akan semakin efektif. Upaya bersama ini menjadi modal penting untuk menghadirkan listrik yang lebih andal, merata, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi serta kemajuan daerah.
(*)