
SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan, 16 September 2025 – PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) menggelar workshop bertajuk “Performance-Based Coaching & Mentoring” bagi jajaran manajemen dan struktural perusahaan. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen KKT dalam membangun kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, serta berorientasi pada kinerja berkelanjutan.
Workshop difokuskan pada penguatan budaya coaching dan mentoring sebagai motor pengembangan sumber daya manusia (SDM). Melalui pendekatan ini, para pemimpin didorong tidak hanya menjadi penggerak pencapaian target jangka pendek, tetapi juga mentor yang mendukung pertumbuhan karier jangka panjang anggota timnya.
Menghadirkan Ade Ahmad Rozi, Founder & Managing Partner HAVPRO Group, sebagai fasilitator, pelatihan berlangsung dengan pendekatan berbasis praktik. Materi yang disampaikan mencakup pengembangan kepemimpinan, performance & change management, hingga pengelolaan proyek dan sumber daya manusia.
Dalam sesi interaktif, para peserta dibekali pemahaman mengenai peran strategis coaching dan mentoring dalam organisasi. Mereka juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan sebagai mentor yang mampu berbagi pengetahuan, membangun komunikasi yang terbuka dan suportif, serta mendorong budaya kerja yang berorientasi solusi.
Salah satu fokus utama workshop adalah penyusunan Action Plan yang harus dirancang setiap peserta untuk diterapkan di unit kerjanya. Rencana aksi tersebut mencakup penetapan tujuan dan indikator keberhasilan, mekanisme evaluasi berkala, hingga strategi penguatan kompetensi tim. Dengan begitu, setiap manajer diharapkan dapat mempercepat penyelarasan kinerja unit dengan target perusahaan.
“Melalui workshop ini, kami ingin memastikan setiap manajemen KKT mampu membimbing timnya mencapai target dengan cara yang sehat, terukur, dan berkesinambungan,” ujar Kepala Sekretaris Perusahaan PT KKT.
Dengan adanya kegiatan ini, KKT menegaskan komitmennya bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang mengarahkan, melainkan juga memberdayakan. Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu menjadi pelatih dan mentor bagi timnya, sehingga tercipta budaya kerja yang produktif sekaligus berkelanjutan.
(*)