PLN UIP KLT Pacu Ketahanan Operasional Lewat Standar Internasional ISO 22301

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan, - Dalam semangat Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi di wilayah Kalimantan, (25/7/2025)

Melalui implementasi Sistem Manajemen Keberlangsungan Bisnis (Business Continuity Management System/BCMS) berbasis ISO 22301:2019, PLN UIP KLT berkomitmen menjaga kelangsungan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di tengah berbagai tantangan dan risiko.

Langkah awal penerapan sistem ini ditandai dengan kegiatan benchmarking ke PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) di Bandung pada 10–11 Juli 2025. Kunjungan ini melibatkan tim dari bidang perencanaan serta biro K3L PLN UIP KLT untuk mempelajari secara langsung praktik implementasi BCMS yang telah sukses diterapkan UIT JBT hingga ke level pelaksana teknis.

"Kami ingin memastikan bahwa infrastruktur kelistrikan di Kalimantan bisa tetap dibangun dan beroperasi secara berkelanjutan, meskipun dalam kondisi tidak ideal. Penerapan BCMS menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai potensi krisis," ujar Raja Muda Siregar, General Manager PLN UIP KLT.

Menurut Raja, benchmarking tersebut bukan hanya sekadar kegiatan studi banding, melainkan bagian penting dari transformasi manajemen risiko secara menyeluruh. "Kami belajar dari pengalaman UIT JBT agar bisa membangun sistem yang lebih tangguh dan responsif terhadap gangguan, sebagaimana bangsa ini yang terus berdiri tegak di tengah tantangan," jelasnya.

PLN UIP KLT memegang peran vital dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan untuk tiga provinsi: Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan. Proyek yang ditangani meliputi pembangunan gardu induk, jaringan transmisi, hingga pembangkit listrik.

Dalam praktiknya, UIP KLT sering dihadapkan pada kondisi geografis menantang, keterbatasan akses, hingga potensi gangguan sosial dan bencana alam. Dengan mengadopsi ISO 22301:2019, PLN UIP KLT kini dapat secara sistematis memetakan proses-proses kritikal, menyusun strategi mitigasi risiko, dan memastikan kelangsungan proyek nasional di berbagai situasi.

Langkah ini juga sejalan dengan target PLN dalam memperkuat kinerja keberlanjutan dan komitmen terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

(*)