PLN dan Bank Dunia Tinjau Infrastruktur Energi Hijau IKN, Dorong Pendanaan Internasional ISLE-2

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dalam upaya memperkuat infrastruktur kelistrikan hijau di Ibu Kota Nusantara (IKN), PT PLN (Persero) bersama World Bank menggelar kunjungan lapangan (site visit) ke sejumlah proyek strategis yang menjadi bagian dari program transisi energi nasional.

Kegiatan ini diinisiasi oleh PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) yang turut mendampingi Divisi Keuangan dan Divisi Transisi Energi serta Keberlanjutan dari Kantor Pusat PLN.

Rangkaian kunjungan berlangsung selama tiga hari, dimulai pada 15 April 2025 dengan agenda rapat koordinasi, disusul peninjauan langsung pada 16 April ke lokasi proyek seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN 50 MW, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV GI Kariangau–GIS 4 IKN, serta Gas Insulated Switchgear (GIS) 4 IKN. Kegiatan ditutup pada 17 April dengan diskusi teknis dan lingkungan bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).

Kunjungan ini merupakan bagian dari proses due diligence teknis, sosial, dan lingkungan sebagai tahapan awal untuk mendapatkan dukungan pendanaan dari World Bank melalui program Indonesia Sustainable Least-Cost Electrification-2 Program for Results (ISLE-2 PforR).

Program ISLE-2 sendiri dirancang untuk mempercepat elektrifikasi dan transisi menuju energi berkelanjutan di Indonesia, khususnya di Kalimantan dan Sumatera, hingga tahun 2030. PLN dan tim World Bank melakukan penilaian langsung terhadap kesiapan proyek, termasuk verifikasi dokumen teknis dan identifikasi risiko lingkungan maupun sosial. Hal ini penting untuk memastikan proyek memenuhi standar internasional yang berlaku.

General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar menyatakan, “Ini merupakan langkah nyata PLN dan pemerintah dalam menghadirkan sistem kelistrikan hijau yang modern dan berkelanjutan di IKN.

Proyek ini akan menjadi ikon transformasi energi di Indonesia.” Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan World Bank dalam program ISLE-2 menjadi dorongan besar bagi percepatan target elektrifikasi nasional serta penguatan portofolio energi terbarukan di tanah air.

(*)